JAKARTA - PT Jababeka Tbk. (KIJA) melalui anak usahanya, PT Graha Buana Cikarang, membidik potensi permintaan ruang usaha fleksibel di kawasan industri lewat peluncuran proyek Jababeka Bizpark.
Direktur PT Graha Buana Cikarang, Ivonne Anggraini, menyampaikan bahwa pesatnya aktivitas industri serta bisnis di kawasan Cikarang turut memacu kebutuhan terhadap ruang usaha yang lebih adaptif.
Kebutuhan tersebut datang dari pelaku usaha baru maupun perusahaan yang telah lama beroperasi namun memerlukan ruang tambahan untuk melakukan ekspansi bisnis.
Melihat dinamika tren pasar tersebut, Jababeka merancang Jababeka Bizpark sebagai konsep bangunan multiguna yang dapat disesuaikan untuk berbagai fungsi, mulai dari area penyimpanan, produksi, distribusi, hingga kegiatan komersial.
“Ketika kebutuhan terhadap ruang usaha yang fleksibel semakin meningkat, pertumbuhan tidak hanya datang dari bisnis-bisnis baru, tetapi juga dari perusahaan yang telah beroperasi di kawasan Jababeka dan terus melakukan ekspansi,” ujarnya melalui keterangan resmi, Kamis (3/9/2026).
Konstruksi bangunan ini memiliki atap langit-langit (ceiling) yang tinggi, sehingga interior di dalamnya dapat dikembangkan secara vertikal hingga tiga lantai sesuai dengan keperluan pengguna.
Fleksibilitas rancangan ini menjadi nilai jual utama untuk merespons kebutuhan properti usaha kawasan industri yang kian beragam.
Ivonne menilai kebutuhan properti usaha saat ini tidak lagi sebatas ketersediaan fisik bangunan, melainkan bagaimana aset tersebut dapat menopang operasional serta pertumbuhan bisnis jangka panjang.
Pertimbangan penting lainnya dalam pengembangan Bizpark yakni keberadaan ekosistem Kota Jababeka yang kini telah dihuni oleh lebih dari 2.000 perusahaan dengan populasi mencapai 1,2 juta jiwa.
Ekosistem strategis ini diperkuat oleh aksesibilitas empat pintu tol serta kehadiran Cikarang Dry Port yang memperlancar arus logistik dan konektivitas kawasan.
Kondisi tersebut menjadikan variasi kebutuhan properti kian meluas, mencakup area pergudangan, bangunan multiguna, ruang komersial, hingga fasilitas pendukung operasional.
Bagi para pelaku bisnis, keterhubungan ekosistem ini membuka peluang besar untuk menjalin jejaring dan kolaborasi strategis antarperusahaan di dalam kawasan.
“Pengembangan properti saat ini tidak cukup hanya berbicara mengenai bangunan. Yang lebih penting adalah bagaimana sebuah produk dapat terhubung dengan ekosistem, konektivitas, dan peluang pertumbuhan di sekitarnya,” kata Ivonne.
Mengenai harga, unit Jababeka Bizpark dipasarkan mulai dari Rp1,65 miliar dengan dukungan fasilitas pembiayaan dari kemitraan sejumlah perbankan.