Prabowo Cium Al Quran Karya Santri di 100 Tahun Gontor

Prabowo Cium Al Quran Karya Santri di 100 Tahun Gontor
Presiden Prabowo Subianto mencium mushaf Al Quran hadiah dari Pondok Modern Darussalam Gontor.

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mencium Mushaf Al Quran yang diberikan oleh Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, KH Hasan Abdullah Sahal.

Momen ini terjadi saat acara resepsi kesyukuran peringatan 100 tahun pondok pesantren tersebut di Ponorogo, Jawa Timur, pada hari Sabtu.

Berdasarkan siaran resmi Sekretariat Presiden, penyerahan kenang-kenangan ini dilakukan seusai KH Hasan Abdullah Sahal memberikan pidato sambutan.

Prabowo menerima langsung sebuah buku berjudul "Gontor untuk Indonesia" yang terdiri dari beberapa jilid.

Usai menerima buku, Presiden juga diberikan Mushaf Al Quran Gontor yang ditempatkan di dalam bingkai berbahan beludru cokelat.

Prabowo terlihat memandangi Al Quran itu sejenak, lalu menciumnya di depan seluruh tamu undangan.

KH Hasan Abdullah Sahal menerangkan bahwa pemberian hadiah ini juga menandai peresmian mushaf yang dibuat oleh para santri.

"Kami hanya bisa menyampaikan, buku hadiah Gontor untuk Indonesia, sekaligus meresmikan mushaf Gontor, dicetak santri Gontor, diterbitkan di percetakan Gontor, dibagikan kepada anak-anak Gontor, dihadiahkan kepada Bapak, dan anak-anak Indonesia," kata KH Hasan.

Pada akhir sambutannya, Pimpinan Gontor itu juga mengutarakan harapan terkait sinergi antara pesantren dan pemerintah.

"Mudah-mudahan kami dan negara Indonesia dan bangsa Indonesia tetap bekerja sama," ujar Hasan.

Buku "Gontor untuk Indonesia" dibuat sebagai bentuk persembahan memperingati satu abad berdirinya pesantren tersebut.

Karya ini membahas perjalanan Gontor selama 100 tahun dan mencatat perannya dalam memajukan pendidikan nasional serta mencetak banyak tokoh penting.

Buku ini juga membedah sistem Pondok Modern Gontor yang dianggap memberikan kontribusi besar bagi kemajuan pendidikan pesantren di tanah air.

Sementara itu, Mushaf Al Quran Gontor ditulis secara langsung oleh para ustadz dan santri di pondok tersebut, lalu dicetak oleh penerbit internal.

Proses penulisan mushaf sudah berjalan sejak 2023 dan memakan waktu hampir tiga tahun.

Sebelum dicetak, mushaf ini telah melalui proses tashih untuk memastikan keabsahan dan kelayakan bacaannya.

Keunikan lainnya, ini adalah mushaf pertama yang murni ditulis oleh pesantren sesuai Standar Indonesia untuk dicetak massal.

Sebagai langkah awal, Mushaf Gontor ini diproduksi sebanyak 2.000 eksemplar.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index