Serangan Drone Houthi Dicegat, Kemlu Imbau WNI di Arab Saudi Waspada

Rabu, 16 September 2026 | 17:27:31 WIB
Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kementerian Luar Negeri Heni Hamidah [FOTO: NET].

JAKARTA - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyuarakan imbauan agar seluruh warga negara Indonesia (WNI) yang tengah berada di wilayah Kerajaan Arab Saudi memperketat kewaspadaan imbas dinamika keamanan terkini usai terjadinya dugaan gempuran milisi Houthi dari Yaman.

Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah, lewat penjelasan tertulis pada Rabu, mengungkapkan bahwa pemerintah lokal Arab Saudi sempat mempublikasikan serangkaian peringatan dini bahaya keamanan bagi wilayah Makkah, Jeddah, hingga Taif.

"Perwakilan RI di Arab Saudi mengimbau WNI untuk tetap waspada dan mengikuti instruksi resmi Arab Saudi," kata Heni.

Pada Selasa (15/9), otoritas setempat sempat memutus kebijakan kedaruratan yang meminta warga berlindung di dalam bangunan, meminimalisasi kegiatan di ruang terbuka maupun kerumunan, serta patuh pada instruksi penanganan darurat.

Tak lama berselang, Dinas Pertahanan Sipil Arab Saudi mengumumkan bahwa fase kritis telah berlalu, sehingga aktivitas warga diizinkan berangsur pulih sembari tetap mengawasi petunjuk keselamatan resmi.

Mengenai situasi WNI di tengah eskalasi tersebut, Heni memberikan kepastian bahwa hingga saat ini belum ada catatan atau laporan mengenai WNI yang menjadi korban dampak insiden keamanan tersebut.

"Perwakilan RI di Arab Saudi juga terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi intensif dengan otoritas setempat," katanya.

Bagi WNI yang memerlukan bantuan mendesak, pihak perwakilan menyediakan saluran komunikasi siaga melalui KBRI Riyadh di nomor +966 569173990 maupun KJRI Jeddah pada kontak +966 50 360 9667.

Di sisi lain, juru bicara resmi Koalisi untuk Pemulihan Legitimasi di Yaman, Mayor Jenderal Turki Al-Malki, mengonfirmasi bahwa unit pertahanan udara Arab Saudi berhasil melumpuhkan unit pesawat tanpa awak (drone) yang mencoba menembus zona udara Makkah.

"Pada Selasa malam, 15 September 2026, pukul 18.50 waktu setempat, Pasukan Pertahanan Udara Kerajaan Arab Saudi mencegat dan menghancurkan sebuah drone musuh yang diluncurkan oleh milisi Houthi teroris, sebelum memasuki wilayah udara terlarang di Kota Suci Makkah," kata juru bicara tersebut, menurut laporan kantor berita Arab Saudi SPA.

Intersepsi alat nirawak tersebut dilancarkan di sektor selatan Makkah. Manuver ofensif ini tercatat sebagai tindak perlawanan kedua yang menyasar wilayah Makkah, setelah serangan serupa berbasis rudal balistik pada 27 Juli 2017.

Menanggapi tuduhan itu, pihak Gerakan Ansar Allah atau kelompok Houthi menyanggah bahwa armada militer mereka menebar potensi bahaya ke kawasan suci Makkah maupun tempat ibadah lainnya di Arab Saudi.

"Kami dengan tegas membantah adanya ancaman apa pun dari Yaman terhadap kota suci Makkah maupun situs suci lainnya," kata sumber militer seperti dikutip kantor berita kelolaan Houthi, Saba, Selasa (15/9).

Terkini