Presiden El-Sisi Tegaskan Mesir Tolak Pengungsian Paksa Warga Palestina

Kamis, 17 September 2026 | 07:03:00 WIB

ONLINEKINI.ID — Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi menegaskan penolakan tegas terhadap segala rencana pengungsian paksa warga Palestina. Sikap itu disampaikan saat menerima kunjungan Presiden Palestina Mahmoud Abbas di Istana Ittihadiya, Kairo, beberapa jam setelah Menteri Pertahanan Israel Israel Katz menyatakan militer akan "menyelesaikan tugasnya" di Jalur Gaza.

Pernyataan tersebut muncul hanya beberapa jam setelah Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengatakan militer tinggal menunggu waktu untuk kembali melancarkan perang skala penuh di Gaza. Katz menyebut operasi itu bertujuan "menyelesaikan tugas" sekaligus melaksanakan rencana migrasi warga Palestina.

Sikap Teguh Kairo Diuji Tekanan Regional

Mesir memegang satu-satunya perbatasan darat dengan Jalur Gaza yang tidak dikuasai Israel. Posisi geografis itu membuat Kairo menjadi pihak paling terdampak jika rencana pemindahan massal benar-benar dijalankan.

Sejak 2023, Mesir berulang kali menolak rencana memindahkan lebih dari dua juta penduduk Gaza ke Semenanjung Sinai. Tahun lalu, Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty mengungkapkan Kairo telah menolak sejumlah tawaran penghapusan sebagian utang luar negerinya sebagai imbalan izin pemindahan massal tersebut.

Presiden Abbas memuji "sikap teguh" Mesir dalam pertemuan tersebut, lapor kantor berita Palestina WAFA. Abbas juga menyampaikan informasi kepada El-Sisi mengenai langkah-langkah Israel di Tepi Barat yang diduduki.

Rencana Permukiman E1 dan Ancaman Pemisahan Wilayah

Abbas menyoroti pelaksanaan rencana permukiman E1 yang bertujuan memisahkan wilayah utara dan selatan Palestina. Rencana besar itu akan semakin menjauhkan Yerusalem Timur dari Tepi Barat.

Israel menyetujui rencana E1 tahun lalu dan langsung menuai kecaman internasional. Sekretaris Jenderal PBB menyebut rencana tersebut sebagai "ancaman eksistensial" bagi negara Palestina yang wilayahnya menyatu.

Katz, awal bulan ini, menyatakan Israel siap memindahkan warga Palestina dari Gaza melalui jalur laut dan darat. Menurutnya, Amerika Serikat masih membahas ke mana dua juta orang tersebut akan dipindahkan.

Bantahan Washington dan Kondisi Gaza Kini

Duta Besar AS Mike Huckabee membantah adanya rencana untuk "memindahkan penduduk keluar dari Gaza di luar kehendak mereka." Bantahan itu disampaikan di tengah spekulasi mengenai keterlibatan Washington dalam skenario pemindahan.

Hampir seluruh penduduk Gaza telah mengungsi di dalam wilayah mereka sendiri. Sebagian besar kawasan kantong Palestina itu kini hancur lebur setelah tiga tahun perang.

Konflik terbaru di Gaza pecah pada 7 Oktober 2023, menyusul serangan yang dipimpin Hamas terhadap Israel yang menewaskan 1.221 orang, menurut penghitungan AFP berdasarkan data resmi Israel. Lebih dari 73.700 warga Palestina tewas dalam perang yang masih berlangsung hingga kini.

Pertemuan Kairo menegaskan posisi Mesir sebagai penyeimbang diplomasi di kawasan. Namun tekanan militer Israel dan dinamika pembicaraan dengan Washington akan terus menguji konsistensi sikap Kairo dalam menolak pemindahan paksa warga Palestina.

Terkini