Trump Ancam Tarif Uni Eropa jika Terima Kanada sebagai Anggota

Kamis, 17 September 2026 | 14:57:00 WIB

ONLINEKINI.ID — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan menjatuhkan tarif tinggi ke Uni Eropa jika blok itu menerima Kanada sebagai anggotanya. Ancaman tersebut mencuat saat Ottawa gencar mencari jalur kerja sama baru dengan Brussels, sementara hubungannya dengan Washington terus merenggang. Trump menyebut rencana itu "konyol" dan menilai Kanada sebagai mitra dagang yang buruk.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump saat berbicara di Charlotte, North Carolina, pada Rabu (16/9). Ia menegaskan bahwa sikapnya bergantung pada niat para pemimpin Eropa dalam membangun hubungan dengan Kanada.

"Jika niatnya baik, tidak apa-apa. Jika niatnya buruk, kami akan mengenakan tarif yang sangat tinggi," kata Trump, seperti dikutip Al Jazeera.

Trump juga mengisyaratkan Amerika Serikat bisa menghentikan perdagangan dengan Eropa "dalam banyak hal." Ia menepis kemungkinan Kanada bergabung dengan Uni Eropa dan menyebut gagasan itu "konyol."

Usulan von der Leyen dan Posisi Kanada

Komentar Trump muncul setelah Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengusulkan Kanada sebagai "anggota asosiasi" pertama Uni Eropa. Usulan itu mencuat ketika Ottawa berupaya mempererat hubungan dengan Eropa.

Perdana Menteri Kanada Mark Carney awal pekan ini menyatakan negaranya sedang mencari "aliansi unik" dengan Uni Eropa, tetapi bukan keanggotaan penuh. Posisi Carney menegaskan bahwa Kanada tidak sedang mengajukan diri masuk ke blok tersebut.

Status Anggota Asosiasi Belum Jelas

Status anggota asosiasi yang diusulkan von der Leyen tidak diatur dalam perjanjian Uni Eropa. Setiap usulan semacam itu harus dirundingkan dan diputuskan lewat suara bulat 27 negara anggota.

Selain itu, keputusan tersebut harus diratifikasi secara nasional di masing-masing negara anggota. Proses ini membuat realisasi usulan tersebut masih jauh dari kepastian.

Mengapa Ancaman Ini Penting bagi Pasar Global

Ancaman tarif baru dari Washington menambah ketidakpastian bagi pelaku usaha di Eropa dan Kanada. Kedua wilayah itu merupakan mitra dagang besar bagi Amerika Serikat, terutama di sektor otomotif, pertanian, dan energi.

Bagi eksportir di Asia, termasuk Indonesia, eskalasi tarif antara AS dan Eropa bisa mengubah pola perdagangan global. Ketegangan yang berlanjut kerap memicu pengalihan pasar dan penyesuaian rantai pasok.

Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Uni Eropa maupun Kanada menanggapi ancaman Trump tersebut. Arah kebijakan tarif AS ke Eropa akan bergantung pada perkembangan negosiasi dalam beberapa pekan ke depan.

Terkini