Xteink X4 Classic Picu Protes Pengguna eReader soal USB-C dan Lampu Depan

Kamis, 17 September 2026 | 17:02:00 WIB

ONLINEKINI.ID — Peluncuran Xteink X4 Classic membuat komunitas eReader kecil ramai membahas dua hal: hilangnya port USB-C dan lampu depan. Padahal, keduanya tidak sepenuhnya menghilang dari pengalaman membaca pengguna.

Xteink merilis X4 Classic sebagai versi terbaru dari model X4 yang populer. Perangkat ini memakai layar 4,3 inci, sama seperti X4 Pro, tetapi tanpa layar sentuh dan lampu depan. Model X4 lama kini dihentikan dan posisinya digantikan X4 Classic.

Harga X4 Classic dipasang USD 79, X4 Pro USD 99, dan X3 USD 69. Kombinasi harga murah dan ukuran mungil itulah yang membuat eReader Xteink diminati banyak pembaca.

Protes Terbesar: Pogo Pin Gantikan USB-C

Forum Reddit Xteink dipenuhi keluhan soal keputusan mengganti port USB-C di X4 lama dengan pogo pin magnetik untuk pengisian daya. Banyak pengguna menyatakan tidak akan membeli produk Xteink lagi selama pogo pin dipertahankan.

Alasannya, pengguna merasa harus membawa charger tambahan saat perangkat lain sudah seragam memakai USB-C. Namun, X4 Classic sebenarnya disertai adaptor magnetik mungil yang ujungnya justru USB-C.

Adaptor itu cukup kecil untuk masuk ke kapsul travel gantungan kunci. Dengan begitu, X4 Classic tetap bisa diisi memakai charger USB-C apa pun, sama seperti X4 lama.

Baterai Tahan Berpekan-pekan, Adaptor Bisa Dibeli Terpisah

eReader mungil seperti ini bisa bertahan berpekan-pekan dalam sekali pengisian. Pengisian dilakukan paling banyak satu atau dua kali sebulan, sehingga adaptor jarang dibutuhkan saat bepergian.

Kalau adaptor hilang, penggantinya bisa dibeli di Amazon dengan pengiriman sehari tiba di bawah USD 10. Keluhan soal pogo pin pun terasa berlebihan mengingat perangkat ini jarang di-charge.

Lampu Depan Dianggap Tak Wajib

Keluhan kedua menyoroti tidak adanya lampu depan di X4 Classic, berbeda dari X4 Pro yang lebih mahal. Padahal buku fisik sudah ribuan tahun dibaca tanpa lampu depan.

Ada banyak cara sederhana mendapatkan cahaya cukup untuk membaca, termasuk menyalakan lampu ruangan. Smartphone di kantong juga bisa berfungsi sebagai senter dengan beberapa kali usapan.

Keunggulan eReader Xteink justru pada ukurannya yang kecil dan sederhana, dengan sedikit komponen yang bisa rusak. Lampu depan dinilai menambah risiko kerusakan tanpa manfaat sepadan. Jika tetap ingin lampu depan di layar 4,3 inci, pembeli bisa memilih X4 Pro.

Xteink Mulai Mendengar Keluhan

Semua protes itu tampaknya membuahkan hasil. Dalam unggahan terbaru di Reddit, Xteink memastikan sedang mendengarkan dan berencana menghadirkan opsi USB-C untuk perangkat mendatang.

Unggahan lain menjelaskan alasan peralihan ke pogo pin: agar perangkat bisa dibuat lebih tipis dan ringan. Bagi sebagian pengguna, ketipisan itu dinilai sepadan dengan ketidaknyamanan kecil memakai kabel pengisian pogo pin.

Spesifikasi Xteink X4 Classic

  • Layar 4,3 inci, resolusi 219 PPI
  • Penyimpanan kartu microSD 16 GB, bisa diperluas hingga 256 GB
  • Konektivitas Wi-Fi dan Bluetooth
  • Baterai 920 mAh
  • Bobot 68 gram
  • Dimensi 114 × 69 × 4,9 mm
  • Tanpa lampu depan dan tanpa layar sentuh

Terkini