JAKARTA - Benjolan di sisi pangkal ibu jari kaki atau yang dikenal sebagai bunion sering kali dianggap hanya mengganggu penampilan. Tak sedikit orang mengabaikan kondisi tersebut karena mengira bunion hanya persoalan estetika dan tidak memengaruhi kesehatan.
Dokter Spesialis Ortopedi Subspesialis Kaki dan Pergelangan Kaki Siloam Hospitals Mampang, dr. Astuti Pitarini mengatakan, bunion merupakan salah satu kelainan kaki yang cukup sering ditemukan di masyarakat. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang memiliki persepsi keliru sehingga penanganannya terlambat.
Bunion adalah kelainan bentuk kaki yang ditandai dengan munculnya benjolan di pangkal ibu jari kaki. Kondisi ini terjadi ketika posisi ibu jari perlahan bergeser ke arah jari lainnya sehingga sendi di pangkal ibu jari tampak menonjol.
"Bunion secara insiden cukup banyak, hampir sama banyaknya sama pasien osteoarthritis lutut. Hampir 20 sampai 25 persen populasi manusia punya bunion," kata dr. Astuti dalam Media Gathering Siloam Hospitals Mampang di Jakarta Selatan, Selasa (4/8/2026).
Ia menjelaskan, bunion dapat muncul pada usia remaja maupun saat seseorang telah dewasa. Kondisi tersebut termasuk kelainan muskuloskeletal yang dapat berkembang seiring berjalannya waktu.
"Bunion itu kelainan bentuk kaki yang bisa didapat saat sudah dewasa ataupun remaja. Kelainan kondisi muskuloskeletal yang biasanya memicu bunion pada remaja atau dewasa muda,” ungkap dia.
Meski cukup banyak ditemukan, tidak semua penderita mengalami keluhan. Menurut dr. Astuti, penanganan setiap pasien tidak selalu sama dan tindakan operasi bukanlah terapi yang otomatis diberikan kepada seluruh penderita.
"Bunionnya bisa bergejala, bisa tidak bergejala. Tidak semuanya perlu operasi, tapi kebanyakan pasien bunion yang datang ke dokter biasanya sudah punya masalah,” tutur dr. Astuti.
Mitos bahwa bunion sekadar masalah estetika juga diluruskan. Rasa nyeri yang muncul dapat semakin terasa ketika penderita menggunakan alas kaki, terutama jika benjolan semakin membesar.
"Mitosnya adalah bunion itu cuma masalah estetika kaki, sehingga banyak orang merasa tidak perlu diobati. Padahal pasien bisa merasa sakit kakinya,” tegasnya.
"Lalu, orang yang kakinya memiliki bunion bisanya sudah mencari sepatu, sebab jika benjolan sudah besar, maka pakai sepatu jenis apapun rasanya sakit dan tidak nyaman,” ucap dr. Astuti.
Selain itu, kondisi ini lebih banyak ditemukan pada perempuan dan kerap disertai kelainan hammer toes yang membuat posisi jari kaki menjadi tidak normal.
"Bagi beberapa perempuan itu banyak ditemukan bunion, bahkan beberapa juga mengalami hammer toes sebagai kondisi ikutan, yang membuat jempolnya makin lama makin miring,” tandas dia.