Gubernur Jateng dan Otorita IKN Jajaki Peluang Kerja Sama Pengembangan

Gubernur Jateng dan Otorita IKN Jajaki Peluang Kerja Sama Pengembangan
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi berbincang dengan Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Basuki Hadimuljono.

JAKARTA - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tengah menjajaki peluang kerja sama serta investasi bersama Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) melalui agenda kunjungan kerja yang dipimpin langsung oleh Gubernur Jateng beserta jajaran bupati ke kawasan tersebut.

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, saat memberikan keterangan di Semarang pada hari Jumat, memandang bahwa IKN menyimpan prospek besar untuk bermitra demi kemajuan bersama mengingat statusnya sebagai ibu kota negara kelak.

Rombongan Gubernur Ahmad Luthfi beserta jajarannya disambut secara langsung dengan penuh kehangatan oleh Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono bersama para pejabat terkait.

Sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Jateng tampak membersamai lawatan tersebut, termasuk Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma, hingga Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani.

Menurutnya, salah satu sektor potensial yang sangat memungkinkan untuk digarap bersama adalah pasokan produk kerajinan furnitur asal Kabupaten Jepara guna memenuhi kebutuhan di IKN.

"Di Jepara itu adalah daerah yang sudah dikenal dengan produk furnitur. Saya coba melihat potensi apakah ada peluang kerja sama furnitur di IKN dari Jawa Tengah," katanya.

Di luar komoditas tersebut, Luthfi turut menelaah peluang sinergi melalui instansi kedinasan, sektor perbankan milik BUMD, hingga perguruan tinggi yang berkedudukan di wilayah Jawa Tengah.

Berbagai potensi itu disodorkan mengingat proses perencanaan pembangunan fisik di IKN masih membuka lebar ruang keterlibatan berbagai pihak.

"Intinya Provinsi Jawa Tengah ingin ikut hadir di IKN juga," kata mantan Kapolda Jateng itu.

Selama pertemuan berlangsung, pihak Otorita IKN menjabarkan progres pembangunan kawasan, meliputi kerangka pembiayaan yang menjadi fondasi dalam mengakselerasi pembangunan.

Saat ini, pembiayaan pembangunan IKN ditopang lewat tiga mekanisme utama, yakni APBN, Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), penanaman modal swasta, hingga sokongan hibah.

Sampai sekarang, akumulasi realisasi penanaman modal swasta yang masuk ke IKN telah menyentuh angka Rp74,54 triliun dari total 67 investor, sementara proyek berskema KPBU mencatatkan nilai Rp134,25 triliun.

Di sisi lain, Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono mengutarakan bahwa pihaknya senantiasa membukakan pintu kerja sama bagi seluruh daerah di Indonesia, termasuk jajaran Pemprov Jawa Tengah.

Bagi dirinya, kolaborasi lintas daerah memegang peranan krusial guna memperkokoh ekosistem pembangunan IKN sebagai pusat pemerintahan yang terbuka dan berkesinambungan.

"Kami selalu melayani investor yang masuk. Apabila Jawa Tengah menjadi mitra Otorita IKN nantinya akan ada insentif fiskal," katanya.

Dirinya turut memaparkan bahwa cakupan peluang sinergi tidak sebatas pada penanaman modal saja, melainkan merambah pelbagai bidang strategis guna menunjang ekspansi wilayah IKN.

Area tersebut meliputi pemenuhan barang dan jasa, penguatan kapasitas sumber daya manusia, hingga sektor pariwisata serta ekonomi kreatif.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index