PSSI dan 36 Klub Siap Gelar League Cup 2026, Persib dan Borneo FC Tunggu di Fase Gugur

PSSI dan 36 Klub Siap Gelar League Cup 2026, Persib dan Borneo FC Tunggu di Fase Gugur

ONLINEKINI.ID — Jakarta, Kompas.tv — Sepak bola nasional akan kedatangan ajang anyar yang mempertemukan dua kasta tertinggi kompetisi profesional. League Cup 2026 dijadwalkan bergulir beriringan dengan agenda liga reguler musim 2026/2027, sebuah format yang disebut-sebut mampu meningkatkan tensi persaingan antarklub.

Turnamen yang melibatkan 36 kontestan ini akan membagi seluruh peserta ke dalam sembilan grup, masing-masing dihuni empat tim. Tim-tim dari Championship, kasta kedua, diwajibkan melakoni laga fase grup terlebih dahulu sebelum bertemu lawan-lawan dari level tertinggi.

Keistimewaan Persib dan Borneo FC di Fase Gugur

Berbeda dengan peserta lainnya, Persib Bandung dan Borneo FC dipastikan absen pada babak penyisihan. Sebagai peringkat satu dan dua Super League musim 2025-2026, kedua tim mendapat bye dan baru akan tampil saat fase gugur dimulai. Keputusan ini dinilai sebagai bentuk apresiasi atas konsistensi performa mereka sepanjang musim lalu.

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menilai kehadiran turnamen ini bukan sekadar menambah jumlah pertandingan. Ia meyakini perjumpaan antara tim Super League dan Championship akan menghadirkan tontonan yang lebih dinamis dan kompetitif bagi publik.

“Saya mengapresiasi penyelenggaraan League Cup karena turnamen ini mempertemukan klub-klub Liga 1 dan Liga 2 dalam satu panggung kompetisi. Ini bukan hanya menambah pertandingan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menguji kematangan dan kedalaman tim-tim Super League menghadapi semangat juang serta determinasi tim-tim Championship,” ujar Erick dalam rilis yang diterima Kompas.tv, Sabtu (29/8/2026).

Mengapa Turnamen Ini Penting bagi Ekosistem Sepak Bola?

Erick menambahkan, kompetisi pendamping ini esensial untuk mengakselerasi ekosistem sepak bola yang berkelanjutan. Selain menambah jam terbang pemain, konsistensi pertandingan diharapkan mampu mendongkrak standar profesionalisme dan sportivitas di lapangan.

“Kompetisi seperti ini harus menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem sepak bola yang sehat. Klub mendapatkan jam terbang tambahan, pemain memiliki kesempatan berkembang, dan publik memperoleh tontonan yang lebih beragam. Yang paling penting, setiap pertandingan harus dijalankan dengan standar profesional dan sportivitas,” lanjut pria yang juga menjabat Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) itu.

Kalender Dirancang Paralel, Tak Bentrok dengan Kompetisi Asia

Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, memastikan penyusunan kalender musim 2026/2027 telah melalui mitigasi matang. Penjadwalan turnamen dirancang paralel dengan agenda domestik dan internasional agar klub yang berlaga di kompetisi Asia tidak mengalami benturan jadwal.

"Oleh karena itu, kalender musim 2026/27 kami susun dan perbarui lebih awal agar klub memiliki kepastian dalam melakukan perencanaan. Penempatan jadwal League Cup juga telah disesuaikan dengan kalender kompetisi domestik maupun internasional, sehingga klub yang berlaga di kompetisi Asia tidak mengalami benturan jadwal," sambung Ferry.

Secara substansial, League Cup bukan sekadar agenda tambahan. Ajang ini menjadi arena pembuktian bagi tim Super League untuk menjaga konsistensi, sekaligus batu loncatan bagi skuad Championship untuk unjuk gigi menghadapi kekuatan dari level tertinggi. Terakhir kali turnamen serupa digelar pada 2018 dengan nama Piala Indonesia, saat PSM Makassar keluar sebagai juara setelah mengalahkan Persija Jakarta.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index