Hichilema Dilantik untuk Periode Kedua di Tengah Penahanan Lawan Politik

Hichilema Dilantik untuk Periode Kedua di Tengah Penahanan Lawan Politik

ONLINEKINI.ID — Prosesi pengambilan sumpah akan digelar di Stadion Pahlawan Nasional, Lusaka, dan dihadiri sejumlah pemimpin Afrika seperti Presiden Botswana Duma Boko dan Presiden Tanzania Samia Suluhu Hassan. Hichilema akan dilantik bersama wakilnya, Mutale Nalumango.

Kemenangan Telak yang Dipermasalahkan

Berdasarkan hasil resmi yang diumumkan pada 13 Agustus, Hichilema, yang berusia 64 tahun, memenangkan pemilihan dengan perolehan suara mencapai 60 persen. Sementara itu, pesaingnya, Brian Mundubile, yang meraih 38 persen suara, menolak hasil tersebut dan menuding telah terjadi manipulasi dalam proses penghitungan.

Mundubile tidak dapat mengajukan gugatan hukum karena gedung pengadilan ditutup pada pekan lalu, bertepatan dengan hari terakhir batas pengajuan perkara. Situasi ini memicu pertanyaan dari para pengamat pemilu terkait proses verifikasi suara.

Pengamat dari Uni Eropa mencatat bahwa staf di banyak pusat penghitungan tidak langsung mencatat hasil saat diumumkan. Mereka juga menyoroti lemahnya verifikasi antara entri digital dan catatan kertas, serta seringnya petugas menghentikan proses untuk menunggu instruksi dari pusat.

Penangkapan dan Tuduhan Makar

Ketegangan politik meningkat sehari setelah pemungutan suara. Aparat keamanan menggerebek properti di ibu kota Lusaka yang dikaitkan dengan Mundubile. Dalam insiden tersebut, seorang mantan menteri kabinet tewas dan sejumlah politisi oposisi ditangkap. Otoritas setempat menuduh pihak oposisi merencanakan pemberontakan bersenjata, sebuah tuduhan yang dibantah keras oleh kubu oposisi.

Setelah sempat menghilang, Mundubile dan calon wakilnya, Makebi Zulu, ditahan polisi pada pekan lalu dan secara resmi didakwa pada akhir pekan. Penahanan ini menambah daftar panjang isu yang membayangi pelantikan kali ini.

Pemulihan Ekonomi dan Tantangan yang Tersisa

Saat menjabat pada 2021 lalu, Hichilema mewarisi kondisi ekonomi yang sulit. Zambia baru saja mengalami gagal bayar utang internasional dengan tingkat inflasi tahunan di atas 24 persen. "Kami mewarisi negara yang hancur... ekonomi sedang menurun," ujarnya kepada BBC di Lusaka sebelum pemilihan.

Dalam lima tahun terakhir, pemerintahan Hichilema berhasil menegosiasikan restrukturisasi utang dan membangun kembali hubungan dengan kreditor asing. Meski angka inflasi berhasil ditekan, harga-harga barang masih terus merangkak naik dan banyak warga yang masih berjuang menghadapi biaya hidup yang tinggi.

Kini, dengan mandat baru, Hichilema menyatakan ingin melanjutkan pembangunan di atas fondasi yang telah ia bangun selama masa jabatan pertamanya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index