ONLINEKINI.ID — Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung koridor baru LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai, Rabu (16/9/2026). Perjalanan sepanjang 12,2 kilometer ini melintasi 11 stasiun dengan nilai investasi Rp12,1 triliun dan tarif promo Rp5.000 per perjalanan hingga Oktober 2026.
Presiden Prabowo Subianto tiba di Stasiun LRT Kelapa Gading, Jakarta Utara, sekitar pukul 12.57 WIB. Kedatangannya disambut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sebelum keduanya melakukan tap in di gerbang elektronik stasiun.
Mengenakan pakaian safari cokelat khasnya, Prabowo lebih dulu menyapa dan menyalami sejumlah siswa sekolah yang berbaris di area stasiun. Setelah itu, rombongan menuju peron dan masuk ke gerbong kereta untuk memulai perjalanan menuju Stasiun Manggarai di Jakarta Selatan.
Pejabat yang Mendampingi Kunjungan
Sejumlah menteri dan pejabat tinggi tampak ikut dalam rombongan. Di antaranya Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman.
Dari lingkungan Pemprov DKI Jakarta dan BUMD, Gubernur Pramono Anung didampingi Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Iwan Takwin serta Direktur Operasi dan Pengembangan LRT Jakarta Arie Rinaldi.
Rute 12,2 Kilometer dengan 11 Stasiun
Koridor baru LRT Jakarta membentang 12,2 kilometer dan melewati 11 stasiun. Titik-titiknya meliputi Kelapa Gading, Boulevard Utara, Boulevard Selatan, Pulomas, Equestrian, Velodrome, Rawamangun, Pramuka, Matraman, Proklamasi, dan berakhir di Manggarai.
Pembangunan jalur ini menelan investasi Rp12,1 triliun. Jalur tersebut menghubungkan kawasan Jakarta Utara dengan simpul transportasi Manggarai yang melayani KRL Commuter Line dan kereta jarak jauh.
Tarif Promo Rp5.000 hingga Oktober 2026
Selama tahap awal operasional, Pemprov DKI Jakarta memberlakukan tarif promo flat Rp5.000 untuk sekali perjalanan. Tarif sementara itu berlaku sampai Oktober 2026 sembari skema tarif final dikaji lebih lanjut.
Uji coba yang dilakukan Presiden menjadi penanda kesiapan koridor sebelum melayani penumpang umum secara penuh. Pemerintah daerah belum mengumumkan jadwal resmi pengoperasian komersial maupun rentang jam layanan harian.