Uefa Tolak Permintaan FAI Pisahkan Irlandia dan Israel di Undian

Uefa Tolak Permintaan FAI Pisahkan Irlandia dan Israel di Undian

ONLINEKINI.ID — Uefa menolak permintaan Football Association of Ireland (FAI) untuk memisahkan Republik Irlandia dan Israel dalam undian kompetisi mendatang. Penolakan itu disampaikan langsung kepada FAI, beberapa bulan setelah kedua tim tergabung dalam satu grup pada undian Februari lalu.

Menurut Courell, Uefa memiliki alasan tersendiri dalam menolak permintaan tersebut. Ia menyebut badan sepak bola Eropa itu punya daftar khusus yang mengatur pemisahan tim dalam undian.

Alasan Uefa: Tidak Ada Konflik Langsung

Courell menjelaskan bahwa dasar penolakan Uefa adalah ketiadaan konflik langsung antara kedua negara. Ia menyampaikan hal itu kepada wartawan tanpa menyebut tanggal spesifik.

"Jawabannya sangat jelas. Mereka (Uefa) punya istilah formal untuk itu, saya tidak ingat istilah formalnya, daftar 'jangan undi' atau apa pun. Itu didasarkan pada konflik, konflik langsung, bukan sentimen publik," ujar Courell.

"Jawaban yang saya terima sangat jelas. Itu tidak mungkin, karena Irlandia dan Israel tidak pernah berada dalam konflik langsung. Jawaban itu saya terima apa adanya," tambahnya.

BBC Sport NI telah menghubungi Uefa untuk meminta komentar terkait pernyataan tersebut.

Laga Tetap Digelar, Tapi di Luar Irlandia

Republik Irlandia dan Israel dijadwalkan bertemu dalam laga Nations League pada 27 September dan 4 Oktober. Laga kandang Irlandia pada 4 Oktober tidak akan digelar di Aviva Stadium, Dublin, melainkan di Backa Topola, Serbia, tanpa penonton.

Sementara itu, tidak ada tiket yang tersedia bagi penggemar Irlandia untuk laga 'kandang' Israel di Debrecen, Hungaria. Keputusan ini diambil FAI setelah melalui rapat umum luar biasa pada Juli.

Dalam rapat tersebut, delegasi mendukung mosi FAI untuk melanjutkan pertandingan. Alasannya, boikot dikhawatirkan menimbulkan "kerugian signifikan dan bertahan lama" bagi asosiasi.

Tekanan Boikot Menguat

Keputusan FAI untuk tetap memainkan laga menuai tekanan dari berbagai pihak. Kampanye 'Stop The Game' yang digagas Irish Sport for Palestine menyerukan boikot pertandingan.

Kampanye itu mendapat dukungan dari mantan manajer Republik Irlandia, Brian Kerr, dan mantan pemain James McClean. Laga persahabatan melawan Qatar di Dublin pada Mei sempat terganggu setelah bola tenis dilempar ke lapangan.

Courell mengaku memahami kekuatan sentimen publik Irlandia terkait pertandingan ini. Ia menegaskan FAI telah menyerukan Uefa untuk melarang Israel dari kompetisi Eropa.

"Kami berharap tidak berada dalam posisi ini. Kami telah menyerukan secara publik, dan secara formal, agar Israel dikeluarkan dari sepak bola internasional," kata Courell kepada RTE.

"Kami satu-satunya federasi di Uefa, satu dari 55, yang melakukannya secara formal. Tetapi di tingkat institusional, itu belum terjadi," ujarnya.

Courell menambahkan bahwa keputusan akhir berada di tangan dewan FAI. Pihaknya ingin memberikan dukungan dan perlindungan kepada para pemain di tengah situasi yang rumit.

Ia juga menyebut komunikasi dengan Uefa telah berlangsung intensif selama setahun terakhir. Namun, jawaban Uefa tetap konsisten: mereka harus mempertimbangkan sentimen 54 negara anggota lainnya, yang menurut Courell belum universal.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index