Pakistan Kutuk Serangan Drone di Dekat Makkah, Serukan Dialog

Rabu, 16 September 2026 | 16:53:00 WIB

ONLINEKINI.ID — Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengecam upaya serangan drone di dekat Makkah, Arab Saudi, dan menyerukan agar pihak-pihak yang bertikai menempuh jalur dialog. Kecaman itu disampaikan Sharif melalui unggahan di platform X pada Rabu, sehari setelah pertahanan udara Saudi menggagalkan serangan tersebut. Sharif juga memuji keberhasilan angkatan bersenjata Saudi dalam mencegat drone yang diluncurkan dari Yaman.

Serangan drone yang diluncurkan dari Yaman itu dicegat pertahanan udara Arab Saudi sekitar pukul 18.50 waktu setempat atau 22.50 WIB pada Selasa, sebelum pesawat nirawak tersebut memasuki wilayah udara terbatas. Juru bicara koalisi pimpinan Saudi, Turki al-Malki, menyatakan puing-puing drone jatuh di selatan Kota Makkah. Tidak ada laporan korban jiwa dalam insiden tersebut.

Kelompok Houthi membantah bertanggung jawab atas peluncuran drone itu. Klaim dan bantahan tersebut belum diverifikasi secara independen.

Kecaman dan Seruan Dialog dari Islamabad

Sharif menyampaikan kecaman kerasnya melalui unggahan di X. Ia menyebut upaya serangan itu sebagai tindakan yang tidak dapat dibenarkan terhadap kota suci umat Islam.

"Saya mengecam dengan tegas upaya serangan drone yang keji dan biadab terhadap Situs Suci Makkah Al-Mukarramah," ujar Sharif.

Ia kembali menegaskan seruannya agar seluruh pihak mengendalikan diri secara maksimal dan menarik diri dari ambang eskalasi lebih lanjut. Menurut Sharif, kawasan tersebut sudah terlalu lama menanggung dampak konflik berkepanjangan.

"Wilayah kita telah menderita terlalu banyak akibat konflik. Dialog dan diplomasi tetap menjadi satu-satunya jalan berkelanjutan menuju perdamaian," tambahnya.

Pujian untuk Pertahanan Udara Saudi

Dalam pernyataannya, Sharif memuji angkatan bersenjata Saudi atas ketelitian, keberanian, dan profesionalisme yang dinilainya luar biasa. Ia juga menyoroti tindakan cepat dan heroik yang dilakukan dalam menggagalkan serangan tersebut.

"Pakistan berdiri teguh, bahu membahu dengan Kerajaan Arab Saudi sebagai negara sahabat, dalam mempertahankan kedaulatan dan keutuhan wilayahnya, serta menjaga keamanan dan kesucian Dua Kota Suci (Makkah dan Madinah)—sebuah kewajiban yang dipegang teguh oleh setiap rakyat Pakistan," ujar Sharif.

Pernyataan itu menegaskan posisi Islamabad sebagai mitra pertahanan Riyadh. Pakistan dan Arab Saudi tahun lalu menandatangani perjanjian pertahanan bersama, yang kemudian diikuti pakta pertahanan trilateral Makkah bersama Turki pada Agustus.

Latar Konflik di Kawasan

Serangan drone dari Yaman ke arah Arab Saudi bukan insiden pertama sejak konflik di Yaman berkecamuk. Koalisi pimpinan Saudi telah bertahun-tahun terlibat dalam operasi militer melawan kelompok Houthi yang menguasai sebagian wilayah Yaman.

Insiden terbaru ini menambah daftar panjang ketegangan di kawasan, di tengah upaya berbagai pihak mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomatik. Seruan Pakistan agar semua pihak menahan diri mencerminkan kekhawatiran akan meluasnya eskalasi yang dapat menyeret negara-negara lain di kawasan.

Hingga Rabu, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Arab Saudi maupun koalisi mengenai langkah lanjutan setelah insiden tersebut. Bantahan Houthi juga belum mendapat tanggapan dari pihak koalisi.

Terkini