Prabowo Sebut Giant Sea Wall Pantura Lindungi 50 Juta Warga dan 38 Persen PDB

Kamis, 17 September 2026 | 07:49:00 WIB

ONLINEKINI.ID — Presiden Prabowo Subianto menegaskan pembangunan giant sea wall di Pantura Jawa sebagai proyek strategis yang melindungi sekitar 50 juta penduduk dan mengamankan 38 persen PDB nasional. Proyek sepanjang 575 kilometer yang terbagi dalam 15 segmen itu ditargetkan mulai dibangun awal 2027 dari Tangerang hingga Jawa Timur. Prabowo menyebut kawasan Pantura menampung 70 kawasan industri dan menjadi poros logistik utama.

Presiden Prabowo Subianto menilai pembangunan tanggul laut raksasa di sepanjang Pantai Utara Jawa bukan sekadar proyek infrastruktur biasa. Menurutnya, kawasan tersebut menopang sebagian besar aktivitas industri dan ekonomi nasional sehingga butuh perlindungan pesisir yang memadai.

"Sangat vital karena di Pantai Utara Jawa itu banyak sekali industri kita di situ. Jadi, tanggul pantai, tanggul laut, breakwater," ujar Prabowo dalam program 'Presiden Prabowo Menjawab'.

Skala Perlindungan: 50 Juta Penduduk dan 38 Persen PDB

Prabowo membeberkan proyeksi dampak proyek ini terhadap penduduk dan perekonomian. Giant sea wall disebut akan melindungi sekitar 50 juta rakyat Indonesia.

Selain itu, infrastruktur ini diproyeksikan mengamankan 38 persen Produk Domestik Bruto dalam negeri. Angka itu menjadikan proyek ini salah satu yang paling berdampak secara ekonomi dalam sejarah pembangunan pesisir Indonesia.

70 Kawasan Industri di Poros Logistik Pantura

Kawasan Pantura Jawa tercatat memiliki 70 kawasan industri dan lima kawasan ekonomi. Wilayah ini juga menjadi bagian penting dari poros logistik nasional yang menghubungkan pelabuhan, kawasan produksi, dan jalur distribusi.

Konsentrasi industri yang tinggi itulah yang membuat risiko kerugian akibat banjir rob dan abrasi pantai menjadi perhatian serius. Perlindungan pesisir dinilai perlu untuk menjaga keberlanjutan operasional kawasan-kawasan tersebut.

575 Kilometer Dibagi 15 Segmen, Mulai Tangerang hingga Jawa Timur

Secara keseluruhan, giant sea wall direncanakan membentang sekitar 575 kilometer. Pembangunannya akan dibagi ke dalam 15 segmen yang tersebar dari Tangerang hingga Jawa Timur.

Prabowo menyatakan proses pembangunan ditargetkan mulai dilakukan pada awal 2027. Ia juga menyebut sudah ada pihak yang berminat mendanai proyek tersebut.

"Sudah ada yang berminat dan sudah ada yang mau finance (mendanai) juga. Jadi, ini salah satu proyek strategis yang harus kita jalankan," ungkapnya.

Jakarta 8 Tahun, Semarang Lebih Cepat, Total Bisa 20 Tahun

Prabowo menekankan pembangunan giant sea wall merupakan proyek jangka panjang yang tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Durasi pengerjaan akan berbeda di setiap wilayah.

"Program ini tidak cepat. Jakarta saja mungkin delapan tahun, kita perkirakan. Semarang mungkin lebih cepat," kata Prabowo.

Ia memperkirakan keseluruhan pembangunan membutuhkan waktu hingga sekitar 20 tahun. Namun, apabila pelaksanaannya berjalan lebih cepat, proyek ini diperkirakan dapat rampung dalam waktu sekitar 10 hingga 15 tahun.

Proyek Strategis yang Harus Dijalankan

Pemerintah menempatkan giant sea wall sebagai bagian dari agenda pembangunan strategis nasional. Selain melindungi warga pesisir, proyek ini diharapkan menjaga stabilitas aktivitas ekonomi di kawasan industri Pantura.

Meski demikian, skala proyek yang besar dan rentang waktu pengerjaan yang panjang membuat tahapan per segmen menjadi penentu. Publik akan menantikan detail pembiayaan dan jadwal resmi tiap segmen dalam waktu dekat.

Terkini