ONLINEKINI.ID — Basarnas menyiapkan operasi salvage untuk mencari korban Kapal Virgo Transport 8 yang kecelakaan di Laut Jawa, dengan mendatangkan tim ahli dari Hong Kong dan Amerika Serikat. Operasi pengangkatan kapal ini menjadi opsi perluasan pencarian ketika cuaca buruk menghambat penyelaman bawah air. Tim ahli dijadwalkan tiba di Banjarmasin untuk observasi dan asesmen sebelum operasi dimulai.
Kepala Basarnas Mohammad Syafii menyatakan tim ahli dari Hong Kong dan Amerika Serikat akan bergabung dengan tenaga ahli dalam negeri untuk mengobservasi dan menilai kondisi Kapal Virgo Transport 8. Asesmen itu menentukan langkah operasi serta kebutuhan sarana dan prasarana sebelum salvage dilaksanakan.
Operasi salvage menangani kapal yang tenggelam, terbalik, kandas, atau rusak berat. Cakupannya meliputi mengamankan kapal, membalikkan posisi, membuka akses bagian dalam, mengevakuasi korban, hingga menarik kapal dari lokasi kecelakaan.
Tim Ahli Tiba Bertahap di Banjarmasin
Syafii menyebut sebagian personel sudah berada di lokasi, sementara tim pelengkap baru tiba pada Kamis sekitar pukul 10.00 pagi. "Tim ahli yang dihadirkan kebanyakan dari Jakarta," kata Syafii dalam konferensi pers di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Tim yang sudah ada akan dilengkapi personel lain sebelum difasilitasi melakukan observasi melalui udara. Setelah itu, tim kembali ke Banjarmasin mengikuti rapat koordinasi berdasarkan hasil asesmen.
Rapat tersebut menentukan sarana dan prasarana yang dibutuhkan. Peralatan dapat didatangkan dari Surabaya, wilayah Kalimantan, maupun daerah lain sesuai kondisi lapangan.
Balon untuk Membalikkan Posisi Kapal
Operasi salvage disiapkan apabila pencarian bawah air belum bisa dilakukan akibat cuaca buruk. Salah satu rencananya membalikkan posisi kapal menggunakan balon agar tim dapat mencari dan mengevakuasi korban di dalam kapal.
Setelah proses SAR diyakini selesai, kapal baru ditarik untuk kepentingan penyelidikan atau investigasi. Pelaksanaan salvage menyesuaikan hasil observasi dan asesmen tim ahli terhadap kondisi kapal.
Cuaca Jadi Penentu Opsi Pencarian
Kendala cuaca di Laut Jawa menjadi alasan utama Basarnas menyiapkan jalur alternatif ini. Penyelaman bawah air yang terkendala gelombang membuat pengangkatan kapal jadi pilihan yang dipertimbangkan.
Basarnas belum memastikan kapan operasi salvage mulai dijalankan. Semua bergantung pada hasil asesmen tim ahli yang masih melengkapi diri di Banjarmasin.