Mendikdasmen Ingatkan Pentingnya Sertifikat Pelatihan Lulusan SMK

Kamis, 17 September 2026 | 19:09:31 WIB
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti.

JAKARTA - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengingatkan para siswa jenjang SMK untuk membekali diri dengan dua jenis dokumen resmi, yaitu ijazah formal dan sertifikat pelatihan dari lembaga kursus.

Menurutnya, para murid dari berbagai jenjang pendidikan, termasuk pendidikan vokasi SMK, tetap memerlukan penguasaan keterampilan tambahan yang tidak diperoleh di sekolah karena keterbatasan waktu serta pilihan peminatan.

"Murid yang di vokasi pun juga tetap perlu untuk memiliki pengalaman dan sertifikat berkaitan dengan dunia kerjanya," kata Mu’ti dalam acara Peluncuran Pemutakhiran Dapodik Lembaga Kursus di Jakarta Pusat, Kamis.

Mu'ti menyampaikan bahwa kepemilikan sertifikat dari lembaga kursus dan pelatihan akan melengkapi ijazah resmi yang didapatkan siswa dari sekolah formal tempat mereka menimba ilmu.

"Makanya ini yang dulu sering saya sampaikan bahwa lulusan-lulusan SMK itu bisa punya dua sertifikat. Satu adalah ijazah dari lembaga di mana mereka belajar, yang kedua itu sertifikat pelatihan-pelatihan yang dibekalkan melalui berbagai lembaga kursus dan pelatihan," katanya.

Ia menerangkan bahwa keahlian tambahan tersebut bakal memberi nilai plus bagi lulusan SMK saat berhadapan dengan dunia kerja, sekaligus membukakan peluang untuk berkarier di ranah yang lebih bervariasi.

Oleh karena itu, Mu’ti turut menekankan pentingnya sinergi antara satuan sekolah formal dengan lembaga kursus agar para peserta didik memperoleh kompetensi yang pas dengan kebutuhan industri.

Dengan langkah ini, lulusan SMK tidak sekadar bertumpu pada ijazah formal, tetapi juga memiliki keahlian teruji yang dibuktikan melalui sertifikat kompetensi pendukung.

"Supaya mereka punya life skill yang tidak hanya bersifat akademi, tapi juga berupa keterampilan-keterampilan yang membekali mereka untuk dapat bekerja, baik sebagai pegawai maupun sebagai entrepreneur atau wirausahawan yang mandiri dengan keterampilan yang mereka miliki," kata Mu'ti.

Terkini