JAKARTA - Banyak orang tua merasa frustrasi ketika anak seolah mengabaikan permintaan sederhana, seperti membereskan mainan, mengerjakan tugas sekolah, atau bersiap ke sekolah. Hal ini acap kali membuat orang tua mengulang arahan berulang kali hingga meninggikan suara.
Padahal, pekerja sosial klinis Karol Espejo, LCSW mengungkapkan bahwa cara orang tua menyampaikan instruksi sangat memengaruhi kepatuhan anak. Menyampaikan arahan dengan tepat dapat menekan risiko konflik sekaligus mempererat komunikasi di dalam keluarga.
Berikut beberapa langkah efektif dalam memberikan instruksi kepada anak menurut pakar:
Berikan Instruksi Secara Langsung
Hindari menyampaikan perintah dalam bentuk pertanyaan jika hal tersebut bukan pilihan. Alih-alih bertanya apakah anak siap belajar, katakan langsung bahwa sekarang adalah waktunya belajar agar lebih mudah dipahami.
Dekati Anak Sebelum Berbicara
Memanggil anak dari ruangan lain atau saat mereka asyik bermain membuat pesan kurang efektif. Mendekati posisi anak terlebih dahulu akan meningkatkan perhatian serta pemahaman mereka terhadap arahan.
Gunakan Kalimat yang Jelas dan Spesifik
Instruksi umum dapat membingungkan anak. Gantilah kalimat seperti "Ayo cepat" dengan perintah mendetail seperti "Tolong simpan mainanmu ke dalam kotak" agar anak paham tindakan yang harus dilakukan.
Sesuaikan dengan Usia Anak
Gunakan bahasa sederhana untuk anak usia dini. Sementara untuk anak yang lebih besar, berikan instruksi lugas tanpa terkesan meremehkan agar pesan dapat diterima dengan baik.
Berikan Satu Instruksi dalam Satu Waktu
Memberikan banyak perintah sekaligus bisa membuat anak kewalahan. Sampaikan satu perintah terlebih dahulu, lalu lanjutkan ke instruksi berikutnya setelah tugas pertama diselesaikan.
Jelaskan Alasan secara Singkat
Anak lebih kooperatif jika memahami alasan di balik suatu permintaan. Berikan penjelasan ringkas, contohnya meminta anak memakai jaket agar tidak kedinginan saat hujan di luar.
Beri Waktu Anak Memproses Instruksi
Hindari langsung mengulang perintah secara beruntun. Anak membutuhkan jeda beberapa detik untuk mencerna informasi sebelum akhirnya merespons instruksi tersebut.
Membangun komunikasi efektif tidak harus menggunakan nada tinggi. Penyampaian arahan yang jelas, singkat, dan sesuai dengan usia anak justru menciptakan suasana rumah yang lebih harmonis serta minim konflik.