JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengutarakan bahwa gelaran Indonesia Shopping Festival (ISF) 2026 menjadi salah satu motor penggerak konsumsi masyarakat sekaligus penopang laju pertumbuhan ekonomi pada kuartal III 2026.
Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Iqbal Shoffan Shofwan menilai peningkatan aktivitas belanja warga lewat festival potong harga sanggup memacu konsumsi rumah tangga yang memegang porsi dominan bagi perekonomian nasional.
"Lebih dari 50 persen struktur PDB kami terbentuk dari konsumsi domestik. Berbicara konsumsi domestik, ini sangat erat kaitannya dengan sektor ritel," kata Iqbal dalam acara pembukaan ISF 2026, di Jakarta, Jumat.
Menurutnya, industri ritel merupakan salah satu penopang utama ekonomi lantaran bersentuhan langsung dengan dinamika daya beli dan belanja publik.
Iqbal menilai Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia terhadap kondisi ekonomi di tengah situasi yang belum pasti masih berada di level optimistis, yang pada akhirnya menyokong pertumbuhan bisnis ritel.
Atas dasar itulah, ketersediaan program diskon yang disajikan pelaku bisnis ritel menjadi bagian penting dari langkah menjaga ritme belanja masyarakat secara berkesinambungan.
Iqbal memaparkan bahwa lonjakan transaksi selama berlangsungnya ISF 2026 mampu memberikan dampak langsung bagi konsumsi rumah tangga dan turut menopang performa ekonomi kuartal III 2026, terutama setelah pertumbuhan ekonomi kuartal II sempat melambat.
Maka dari itu, pemerintah secara konsisten terus memberikan dukungan pada berbagai ajang promosi dan festival belanja guna merawat momentum penguatan daya beli masyarakat.
ISF 2026 sendiri dipatok sanggup membukukan nilai transaksi mencapai Rp38 triliun, meningkat jika dibandingkan perolehan ISF 2025 yang berada di angka sekitar Rp25 triliun.
Iqbal optimis lewat beragam tawaran diskon menarik, realisasi transaksi pada tahun ini dapat melampaui target yang ditetapkan.
"Ini bukan hanya optimisme, tetapi juga ajakan agar transaksi bisa lebih dari Rp38 triliun," katanya.
Di samping memicu geliat belanja, Kemendag menginginkan momentum festival tahunan ini dapat menyebarkan dampak positif yang lebih luas bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Di luar agenda ISF, pemerintah turut menyiapkan deretan program promosi belanja lainnya, seperti festival saat momen Lebaran, perayaan akhir tahun, hingga program belanja daring.
Pemerintah juga terus membuka jalan bagi UMKM untuk memperoleh akses pasar yang lebih luas lewat sinergi bersama jaringan ritel modern, mulai dari minimarket, supermarket, department store, hingga mal.
Indonesia Shopping Festival 2026 dijadwalkan berlangsung dari tanggal 7 hingga 23 Agustus 2026 yang tersebar di 407 pusat perbelanjaan di seluruh wilayah Nusantara.
Hadirnya ISF diharapkan sanggup mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya di ranah ritel, sekaligus menguatkan peran pusat perbelanjaan dalam menggerakkan aktivitas ekonomi dan pemberdayaan UMKM.